Sesudah sebuah Lamaran

OK, saya mendengar lamarannya…. lalu langkah selanjutnya apa?

Pertanyaan selanjutnya adalah pernikahan…?

Apa artinya kata tersebut diatas setelah saya mendengar lamaran – ajakan dari pacar/pasangan saya untuk menikah? Memang langkah selanjutnya dari suatu lamaran adalah kemudian peresmian hubungan itu menjadi dalam suatu badan bernikahan. Tapi apa saja langkahnya….?

Blog ini dibuat dalam rangka merekam rencana pernikahan kami yang saya bukan rencana pernikahan yang biasa di alami oleh kebanyakan orang Indonesia. Juga dengan harapan akan membantu mereka yang mungkin saja mengalami komplikasi yang sama dengan cerita saya. Blog ini di buat tidak seperti layaknya blog lain pada umumnya yang mana susunannya adalah terbalik, cerita yang paling mutahir merupakan bagian terdepan dari blog tersebut. Blog ini lebih seperti catatan harian yang dimulai dari posting pertama.

Masalah Kewarga negaraan

Menikah dengan seseorang bukan warga negara Indonesia menimbulkan komplikasi lain. Salah satunya adalah masalah warga negara, apalagi pada saat pasangan yang berasal dari dua ke warga negaraan yang berbeda. Komplikasi jadi bertambah pada saat pasangan tersebut memiliki anak. Ada banyak informasi yang simpang siur tentang ini, tapi berikut ini adalah informasi resmi yang diterbikan oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) tentang Status Hukum Kewarganegaraan Hasil Perkawinan Campur.

Bunga untuk Pernikahan

Pernikahan yang akan dilangsungkan tidak besar, malah sangat sederhana, tapi bunga tetap esensial… paling tidak itu menurut saya. Di Indonesia kita menggunakan bermacam-macam bunga dengan harga yang bermacam-macam dari beragam florist, yang bisa dicari secara online (walaupun sangat terbatas pilihannya) ataupun langsung. Karena pernikahan ini dilangsungkan di Edinburgh, kota yang asing sama sekali untuk kami berdua atau tamu-tamu kami; tidak ada cara lain selain memesan online. Atau paling tidak itu pendapat saya. Beberapa orang teman pun kemudian memberi tahu nama beberapa toko bunga yang bisa di hubungi dan menerima credit card. Tapi Keith berpendapat lain, menurut dia, kita lebih baik memesan bunga langsung ke toko bunganya, memesan lewat internet malah jadi lebih kusut, karena pada saat mereka akan mengantarkan bunganya, alamatnya apa?

Meskipun kami bisa saja memberikan alamat hotel tempat kami menginap, tapi karena masalah satu dah lain hal, akhirnya kami tidak memesan online, dan kami baru memesan bunga tersebut pada hari kami tiba di Edinburgh, yaitu cuma satu hari sebelum Hari H. Toko bunga yang kami pilih pun tidak macam-macam, dia toko bunga yang terdekat dengan hotel kami dan bisa di capai dengan berjalan kaki saja.

Bunga yang kami pesan pun tidak macam-macam, cuma korsase, untuk mempelai pria dan tamu kehormatan pria lainnya, dan hand bouquet atau posy (bahasa inggris UK untuk hand bouquet) yang kecil saja, disesuaikan dengan ukuran fisik saya yang kecil saja untuk ukuran perempuan Eropa.

Bunga yang dipesan

Al hasil, bunga pesanan kami kemudian kami ambil ke esokan harinya, jam 12 siang atau tiga jam sebelum jadwal kami di kantor catatan sipil Lothian Chambers… Lucu rasanya berjalan kaki melintasi perempatan tersibuk di Ediburgh sambil membawa bunga untuk pernikahan saya sendiri. Saya tidak bisa membayangkan melakukan hal yang sama di Jakarta, pengantenya sendiri masih berjalan-jalan keliling kota cuma beberapa jam menjelang pernikahan mengurus bunga….

Melaporkan ke Catatan Sipil

Setelah seminggu lamanya harap-harap cemas atas keberangkatan ke Edinburgh dan segala macam proses diantaranya, akhirnya kami mencapai Edinburgh juga, satu hari sebelum hari H. Dua tamu lainnya pun sudan mulai berdatangan….

Gedung catatan sipil

Semua yang sudah kami booking sempat kami batalkan semua gara-gara Debu Volkanik dari gunung di Islandia, sudah kami booking kembali: hotel, catatan sipil, restaurant tempat resepsi, fotografer, semua teman-teman yang sudah hampir membatalkan kedatangan mereka pun akhirnya mulai kembali ke rencana semula.

Hal pertama yang kami lakukan adalah mengecek pendaftaran kami di kantor catatan sipil dan bertanya-tanya bagaimana prosesinya serta mungkin saja mereka memberi tahu apa saja yang kami harus siapkan untuk acara ini.

Ternyata pendaftaran kami sudah lengkap, yang mereka ingin tau adalah visa kedatangan saya, apakah itu resmi “marriage visa” seperti peraturan yang berlaku atau visa biasa. sesudah itu mereka menunjukkan tempat akan dilangsungkannya catatan sipil kami ternyata tempatnya lumayan, bersih, sudah ada karangan bunga  dan mereka juga akan melengkapi dengan musik yang sudah mereka sediakan atau apabila di inginkan kami bisa datang dengan musik kami sendiri.

Hal yang masih harus kami pesan adalah bunga… yang bisa dipesan setiap saat dan akan kami ambil sebelum resepsi….

Wah kayaknya semua hal berjalan dengan lancar… “finger crossed” cuaca besok cerah seperti hari ini…. tidak ada hujan….

Semua Berjalan Lancarkah?

Menurut check list, satu minggu sebelum hari H seharusnya semua sudah beres, semua vendor sudah dibayar dan tinggal menunggu waktu saja. Apa yang kami lakukan adalah hampir semua sudah beres:

  1. Tiket pesawat sudah di pesan, dibayar dan e tiket sudah di tangan.
  2. Hotel sudah di booking dan di bayar, termasuk penginapan untuk tamu istimewa
  3. Semua surat-surat untuk mendaftarkan pernikahan kami sudah lengkap, di kirim, di proses dan di bayar.
  4. Konfirmasi ke kantor pendaftaran pernikahan sudah berkali-kali di lakukan… “all systems go” katanya.
  5. Photographer di Edinburgh sudah di hubungi, dan di bayar.
  6. Restaurant untuk makan malam sesudah upacara pernikahan sudah di pesan
  7. Semua undangan sudah di reconfirm kedatangan mereka…
  8. Semua pakaian sudah lengkap.
  9. Apa lagi ya…. mungkin tinggal pesan bunga, bouquet untuk pegangan dan untuk bros laki-laki….

Apa yang kami lakukan mungkin cuma menunggu….Tapi di luar dugaan ada masalah lain yang di luar rencana. Dua minggu sebelum berangkat, Keith harus dioperasi batu ginjal…. wah…. kok bisa? Sialnya ini baru ginjal kanan, bagaimana dengan ginjal kiri yang juga ada batunya? Belum seminggu sesudah operasi ginjal kanan, mendadak ginjal kiri juga bermasalah. Jadilah operasi mendadak untuk ginjal kiri terpaksa di laksanakan sebelum jadwal operasi yang sebenarnya.

Tepat seminggu sebelum jadwal keberangkatan kami, gunung berapi di Islandia (Iceland) memuntahkan debu vulkanik… yang membuat semua bandara di eropa utara di tutup untuk waktu yang tidak dapat ditentukan….

Canceled!

Hari ini sehari sebelum keberangkatan kami ke Edinburgh, berita terakhir mengatakan bahwa tidak akan ada penerbangan dari Doha menuju Edinburgh. Padahal berita semalam mengatakan bahwa airport UK akan dibuka lagi mulai hari ini. Rupanya alam menentukan lain setelah debu vulkanik berhembus deras lagi pagi ini…

Makan Malam Terakhir

Menjadi expat, saya tidak punya banyak teman yang bisa di ajak berembug dan mendiskusikan rasa tegang dan was-was sebelum menikah, disamping itu kesibukan di kantor membuat saya cenderung melupakan ‘check list’ sakti itu.

Beberapa teman dekat, dengan siapa Keith sering bermain golf dan dengan siapa kami biasa bersosialisasi pada akhir minggu mengundang kami makan malam terakhir… hanya ber enam, kami dengan dua pasangan lainnya. Tidak ada diantara mereka yang akan datang ke acara pernikahan kami di Edinburgh, maklum jaraknya terlalu jauh.

Mungkin apabila kami mengalaminya dengan gaya hidup normal, inilah saatnya untuk merayakan stag night dan hen night; pesta bujangan. Untuk kaum muda mungkin ini adalah pesta terakhir calon pengantin perempuan dan calon pengantin laki-laki sebagai single. Gaya barat biasanya pesta stag night hanya di hadiri oleh mempelai laki-laki beserta teman laki-lakinya saja, dan hen night adalah acara khusus untuk calon pengantin perempuan….

Untuk saya, ah teman perempuan saya semua di Indonesia, teman-teman saya di Doha ini bukan benar-benar teman main, mereka cuma teman bekerja, diluar kantor mereka mempunyai dunianya sendiri…. begitu juga dengan teman laki-lakinya Keith yang tentunya tidak akan menghadiri pesta ini tanpa istri-istrinya…. jadilah makan malam ini termasuk formal, walaupun ini berlangsung di hotel Souq Waqif dengan menu Sea food… mungkin minus wine membuat acara ini kurang hidup.

Hikmahnya dari acara ini, kami semua menanggung bersama biaya makan malam ini bersama, bukan cuma Keith dan saya saja….